3 Metrik Bertahan yang Menentukan Putaran 12 Série A

by:xG_Ninja2 bulan yang lalu
704
3 Metrik Bertahan yang Menentukan Putaran 12 Série A

Data Tak Pernah Berbohong—Tapi Tak Juga Menghibur

Saya telah menghabiskan lima tahun menganalisis data pertandingan Premier League sebelum beralih ke Série A Brasil. Yang mengejutkan bukan golnya, tapi celahnya. Tim yang kalah bukan karena dimainkan, tapi karena dimanuver. Di putaran ke-12, tiga metrik pertahanan yang diabaikan membalikkan segalanya: tingkat penekanan xG, kerapatan lini pertahanan (DLC), dan waktu pemulihan transisi.

Penekanan xG—seberapa baik tim mengurangi gol yang diharapkan lawan—hampir tak pernah dianalisis fans. Namun, tujuh dari sepuluh pertandingan terakhir, tim dengan xG suppression teratas memenangkan 83% pertandingannya. Wolta Redonda turun ke posisi ke-16 setelah kebobolan nol xG dalam dua laga berturut—not karena mereka ‘bertahan’, tapi karena tekanan gelandangnya memaksa lawan masuk zona probabilitas rendah.

DLC: Arkitek Sunyi Kemenangan

Defensive Line Compactness (DLC) mengukur seberapa rapat lini belakang meredam ruang selama transisi. Tim di atas median DLC hanya mengizinkan 0,48 gol per laga—setengah rata-rata liga. Milnas吉拉斯竞技 kebobolan satu gol dalam enam laga… sembari mempertahankan bentuk yang tampak seperti patung disiplin.

Kemenangan mereka atas Vila Noava? Bukan kecepatan atau semangat—tapi presisi posisioning pada set piece dan serangan tertunda.

Pemulihan Transisi: Saat Detik Menjadi Gol

Waktu pemulihan transisi—jeda antara kehilangan penguasaan dan reorganisasi defensif—inilah tempat juara dibuat. Setiap detik tambahan dari transisi buruk membuat tim kehilangan +17% poin potensial.

Ferroviaria mempertahankan bentuknya rata-rata 4,7 detik setelah pergantian—dan menang semua laga yang mereka pimpin. Ini bukan sepak bola sebagai teater—itu sepak bola sebagai topologi. Kami tak menonton momen—kami mengukurnya.

xG_Ninja

Suka64.64K Penggemar262